Casa de Ninos

tempat bermain dan belajar

kurir oh kurir…

Posted by griyaanak on 7 October 2010

bukan pertamakali ini aku makai jasa kurir untuk kirim barang…

maklumlah pedagang jadi-jadian jadilah sering makai jasa mereka. dari kurir yang sudah terkenal seantero nusantara sampai yang baru denger…

selama ini tidak pernah ada masalah dalam pelayanan. masih standar lah servisnya. sampai akhirnya ketemu kurir satu ini….ga perlu sebut nama lah…kasian… yang jelas jalur dari surabaya ke balikpapan…

awalnya makai kurir ini karena sang produsen. dia biasanya pakai ini…ya udah aku ikut aja. so….

kemaren sore karena sedang ada perlu diluar ga dengarlah aku ada beberapa missed call…nomor yang tidak kukenal. ternyata itu kurir yang mau kirim barang ke rumah. si penelpon itu bicara dengan nada tidak sopan cenderung kasar. intinya nyuruh aku ambil barang sendiri ke kantornya, karena dia sudah bolak-balik ke rumah tapi ga ada orang. terus…dia juga bilang kalau kirim barang ke alamat kantor aja biar jelas ada orang…

sampai ternganga aku dengerin orang ini ngomong. kok ga ada sopan-sopannya biacara ke pelanggan. kalau mau komplain mbokya bicara baik-baik…nanya solusi terbaiknya gimana…lah ini main nyerocos ma nyuruh-nyuruh. lah wong aku juga baru pertama kalinya makai jasa dia kok bilangnya sudah berkali-kali…

kalau diturutin makin emosi jadinya…yo wislah…pelanggan yang ngalah…

aku yakin yang nyerocos ini bukan orang yang punya wewenang di perusahaan itu, tapi cuma petugas pengantar barang saja. mungkin sebenarnya pihak perusahaannya sendiri tidak bermasalah. tapi sikap pegawai-pegawainya….

mereka tidak care dengan pelanggan…entah karena ga mau, ga tahu, atau karena tidak diberitahu how to deal with costumers...

kalau tidak terpaksa sih lebih baik pakai jasa kurir lain…

dan di kota ini hal seperti itu kayaknya sudah biasa. jangan kaget kalau misal masuk ke suatu toko terus di terima dengan jutek atau dicuekin ma pelayannya. apalagi kalau tampilan kita tidak meyakinkan. kesan yang bisa ditangkap seolah-olah mereka itu ga butuh pembeli…pembeli bukanlah raja…merekalah raja…

sungguh terbalik dengan ilmu yang selama ini aku pelajari dan dapati. coba kalau di jawa…kita baru ngelirik sedikit, pelayannya udah heboh nawarin macem-macem dengan senyum manis tentunya. disini mah terbalik….

oalaaah…oalaaah…

Advertisement

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.